NONFORMAL EDUCATION unindependent system

kemandirian saat ini sulit untuk diprediksikan.. mampu melakukan semua hal sendiri, atau tidak butuh orang lain? wuyzzzz…… no matter mana yang dipilih, jika hal tersebut hanya melibatkan diri sendiri, beda donk kalo dah berhubungan dengan hal-hal yang akan melibatkan orang lain khususnya PENDIDIKAN!!!

SISDIKNAS dengan pintarnya membagi 3 jenis pendidikan di Indonesia, yang masing2 katanya udah punya jatidiri dan settingan wajah sendiri-sendiri…. kita telaah .. yuk mari!!!!!!!!1

Pendidikan formal identik dengan bentuk sekolahan, SD, SMP, SMA dan PT

Pendidikan Informal sudah pasti badannya di keluarga!!!

Pendidikan Nonformal ???????? ……….. ughhh ngegarap semuanya… bentuk yang menyerupai pendidikan formal di sabet di Pendidikan Kesetaraan… bentuk yang mengimplan pendidikan informal diakui dalam Pendidikan Anak Usia Dini.. jadi jati diri Pendidikan Nonformal nya dimana? ato emang jati diri pendidikan nonformal adalah jati diri menjiplak??????

jika saja kata independent dalam pendidikan nonformal dapat diartikan mandiri dalam segala hal, tidak hanya direktoratnya saja yang terpisah, tetapi juga konsepnya, bagaimana kasus penjiplakan metode dan kurikulum yang masih saja harus disama ratakan dengan pendidikan formal?

padahal, jelas2 sisdiknas membedakan bagian2 tersebut dengan gagah, Formal dengan Sekolahnya, Informal dengan keluarganya, dan Nonformal dengan “semuanya” .. kheuu.. Jika konsep pembagian sistem dalam sisdiknas ini dapat dijalankan dengan baik, maka jati diri pendidikan nonformal harusnya lebih terlihat, tidak hanya menjiplak pendidikan formal, yang pada akhirnya tercipta kesan “tempat sampah”, jika siswa tidak lulus melalui pendidikan formal (sekolah) maka luluslah melalui pendidikan nonformal (pendidikan kesetaraan – Paket A, B, C)..

subsistem diciptakan untuk mengatur jalur masing2, maka pendidikan nonformal, tidaklah harus menjadi tumbal dari pendidikan formal, tidak harus menjadi tempat pelarian atau tempat sampah karena masing-masing sub sistem seharusnya tidak megambil fungsi dari sistem yang lain, sehingga akan tercipta keutuhan sistem pendidikan yang relevan dengan tujuan bangsa kita …

ah, ini sih hanya pikiran mahasiswa S2 yang baru masuk kuliah, belum doktor apalagi profesor.. tapi tulisan ini benar2 ditulis dengan penuh kecintaan terhadap PNF dan yang pasti keyakinan yang penuh juga terhadap kemampuan Pendidikan Nonformal sebagai solusi masalah pendidikan nasional.. tapi kan gak harus dengan menjiplak.. (meskipun dihalalkan strategi dan metode penjiplakan sebagai suatu pendekatan ..  sama aja kaleeeeeeeeeeee)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: